Breaking News

Rabu, 08 Oktober 2014

Bangkit dari Kecewa dan Putus Asa

Di saat kita sedang ada “di bawah” yakinlah bahwa kita akan bangkit dari keterpurukan. Ya, kita harus bangkit dari kekecewaan dan keputusasaan, karena kuncinya ada pada diri kita sendiri. Hidup silih berganti, kadang meninggalkan benih traumatis dan impresif yang tertanam di alam bawah sadar. Impresif akan membuat kita percaya diri. Sedangkan traumatis akan membuat kita galau dan kecewa.
Setiap rasa kecewa dan putus ada pasti ada penyebabnya. Masalahnya adalah bagaimana kita bisa bangkit dari kecewa dan putus asa.
1.Kita punya kemampuan untuk mengatasinya,  melalui pengenalan dengan sumber konflik itu sendiri. Bisa jadi sumber konflik itu bukan berada diluar, tapi justru di dalam. Mungkin  alam bawah sadar kita sering menyimpan kekecewaaan yang menumpuk sehingga menjadi terakumulasi, lalu meledak, dan kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
2.Mamahami titik kritis bahwa kita berbeda sesuai dengan temperamen kita masing-masing.  Kekecewaan  dihasilkan dari penyebab yang berbeda. Ada yang karena tidak mencapai apa yang diinginkan, ada yang karena merasa tertolak, ada yang karena meras atidak bisa melakukan apa-apa dan sebagainya, dan sebagainya.
3.Kemampuan untuk mengantisipasi datangnya konflik dengan respon yang benar.
Setiap kita mengalami kecewa dan putus ada, yakinlah bahwa semua akan berlalu, karena itu bukan hukuman seumur hidup. Kita harus mencari penyebabnya dari dalam diri kita sendiri, lalu menyelesaikannya. Itulah yang disebut titik kritis.
Pada umumnya ada 5 hal yang kalau menumpuk akan membuat orang kecewa: ada 5,  klo numpukakan mdah kecwa;
1.Moody: mood-nya gampang berubah. Jika Anda orang yang moody, waspadalah! Karena Anda sudah masuk level rendah untuk kecewa.
2.Emosional: tidak logis, reaktif, tidak bisa dijelaskan tapi harus diikuti. Biasanya orang yang seperi ini ujung-ujungnya akan mudah kecewa dan putus asa.
3.Mudah tersinggung: tersinggung itu asalnya dari afeksi kita, tidak ada di pkiran tapi di perasaan. Misalnya, merasa harga dirinya disinggung atau tidak diapresiasi. Kalau sesekali tidak apa-apa. Tapi kalau sering terjadi, itu akan menjadi hambatan.
4.Sakit hati: kalau rasa tersinggung disimpan/tidak dilupakan akan menjadi sakit hati, lalu menjadi dendam.
5.Kepahitan yang melukai hati. Ini harus diwaspadai karena  bisa mengendap selama  puluhan tahun.
Setelah itu, barulah kita mengantisipasi alam bawah sadar kita. Misalnya, orang yang kecewa karena tidak mencapai target, maka harus mengejar/mencapai target supaya tidak kecewa. Lakukan selangkah demi selangkah. Sedangkan bagi orang kecewa karena merasa tertolak, waspadalah untuk tidak mudah percaya (mempercayakan diri kita) kepada orang lain. Dengan demikian ada pemenuhan  pada diri sendiri untuk menjaga hati kita jangan sampai dirusak oleh stilmulus dari luar, caranya adalah dengan memperkuat yang di dalam. (am) di kutip dari : http://radiosmartfm.com/smart-character/14974-bangkit-dari-kecewa-dan-putus-asa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By VungTauZ.Com